Wednesday, November 14, 2012


: Jurus Jitu Menghafal Al Qur’an

Jenis Buku : Buku Panduan Praktis

Penulis : Taufik Hamim Effendi Lc., MA

Penerbit : Tauhid media Center

Cetakan : II, Juli 2010

Tebal : 102 halaman
Anda masih ragu untuk memulai menghafal Al Qur'an? Anda mempunyai masalah dalam menghafal Al Qur'an? Anda ingin anak-anak Anda menjadi penghafal Al Qur'an? Anda ingin tahu kisah-kisah para penghafal Al Qur'an di masa lalu dan masa kini? Insya Allah buku ini jawabannya.
"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk diingat, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? "
(QS Al Qamar : 17, 22 , 32, 40)
Buku ini merupakan kumpulan tanya jawab atau konsultasi tahfidz di situswww.warnaislam.com yang dikelola oleh Ustadz Taufik Hamim. Kabarnya, atas permintaan banyak pihak, artikel-artikel tersebut dikumpulkan dan diedit kembali, kemudian dicetak menjadi sebuah buku. Jadi menurut saya, inilah salah satu kelebihan buku ini yaitu memuat panduan praktis, kiat-kiat, dan problematika dalam menghafal Al Qur’an. Kelebihan lain dari buku ini adalah kisah-kisah nyata para penghafal Al Qur’an yang juga disertakan sehingga dapat memotivasi para pembaca.
Buku ini berisi 20 topik bahasan atau tanya jawab. Dimana pada setiap bagiannya penulis menjelaskan secara detail dengan bahasa yang cukup bisa dipahami dan disertai penguat berupa dalil-dalil Al Qur’an/hadits dan kisah-kisah.
Judul-judul topik bahasannya adalah :
1. Di bawah naungan Al Qur’an. Menyampaikan kiat agar kita bisa merasakan kenikmatan hidup di bawah naungan Al Qur’an.
2. Jurus jitu menghafal Al Qur’an. Jurus jitu untuk menghafal Al Qur’an ini meliputi : Ikhlas sebagai kunci ilmu dan pemahaman, Menjauhi maksiat dan perbuatan dosa, Memanfaatkan masa kanak-kanak dan masa muda, Memanfaatkan waktu giat dan senggang, Memilih tempat yang tepat, Motivasi diri dan tekad yang benar, Memfungsikan semua indera, Menggunakan satu cetakan mushaf, Bacaan yang baik dan benar, Hafalan yang berikatan, Memahami makna yang dihafal, Hafalan yang baik, Memiliki bacaan yang berkesinambungan, Kuatkan hafalan dalam sholat, Menghafal sendiri sedikit manfaatnya, dan Teliti dalam membaca ayat-ayat yang mirip. Setiap jurus ini diuraikan dengan cukup jelas oleh penulis.
3. Belajar dan menghafal Al Qur’an di luar negeri. menjelaskan tentang cara melakukan setoran hafalan Qur’an online dan cara memotivasi anak menghafal Al Qur’an. Bagian ini sepertinya cocok dengan kondisi kita, sebagai muslimah yang tinggal di luar negeri. Insya Allah sarana ini bisa kita manfaatkan.
4. Tahfidz Qur’an untuk anak usia 6-8 tahun. Menjelaskan tentang beberapa metode/cara yang bisa diterapkan dalam mengajari anak usia 6-8 tahun dalam hal hafalan Al Qur’an. Kalau diamati metode ini memiliki pendekatan secara psikologis, teladan dari para ulama dan pengalaman penulis di lapangan.
5. Khusyu saat tilawah Al Qur’an. Menjelaskan tentang kiat khusyu dalam membaca Al Qur’an dan tadabbur.
6. Ingin menghafal Qur’an, tapi belum fasih. Menjelaskan pentingnya membenahi bacaan Al Qur’an sebelum menghafal Al Qur’an.
7. Belajar hifdzul Qur’an. Menguraikan tentang program/kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Muntada Ahlil Qur’an dan cara mengikutinya.
8. Adakah sosok penghafal Al Qur’an yang super sibuk? Menceritakan beberapa kisah para penghafal Al Qur’an yang memiliki banyak kesibukan dan sudah berumur.
9. Belajar dan menghafal Al Qur’an sendiri, mungkinkah? Menguraikan tentang berbagai sarana dalam belajar Al Qur’an dan anjuran untuk belajar dengan guru agar hasilnya lebih baik.
10. Doa qunut, sunah atau bid’ah? Menjelaskan tentang dasar hukum pelaksanaan qunut dan pendapat dari berbagai madzhab.
11. Belajar Al Qur’an : Bahasa Arab bahasa penghuni sorga? Menjelaskan tentang keutamaan bahasa Arab.
12. Basmalah, ayat Fatihah atau bukan? Menguraikan pendapat-pendapat para ulama fikih terkait basmalah.
13. Jurus jitu menjaga hafalan biar tidak cepat hilang. Jurus jitu untuk menjaga hafalan Al Qur’an ini meliputi : Pengaturan waktu, Menyediakan waktu khusus, Wirid Al Qur’an, Menjadi imam sholat, Mengajarkan orang lain, Mendengarkan bacaan orang lain, Mendengarkan kaset atau CD Al Qur’an, Membaca sejarah para penghafal Al Qur’an, Biasakan membaca tanpa melihat mushaf, Menjauhi kemaksiatan. Setiap jurus ini diuraikan dengan cukup detail oleh penulis.
14. Umur 66 tahun bisa hafal Qur’an? Menjelaskan bahwa usia bukanlah halangan untuk menghafal Al Qur’an disertai dengan beberapa contoh kisah penghafal Al Qur’an yang tidak lagi berusia muda.
15. Cara tepat mengajari anak hafal Al Qur’an.
16. Kiat mengajar anak tahfidz dalam target. Menjelaskan tentang cara menjadikan anak-anaknya masuk dalam barisan para penghafal Al Qur’an.
17. Tahfidz untuk anak 4 tahun. Menjelaskan tentang beberapa metode/cara yang bisa diterapkan dalam mengajari anak usia 4 tahun dalam hal hafalan Al Qur’an. Kalau diamati metode ini memiliki pendekatan secara psikologis, teladan dari para ulama dan pengalaman penulis di lapangan.
18. Menghafal Qur’an susah banget. Menjelaskan tentang beberapa tahap agar dimudahkan dalam menghafal Al Qur’an.
19. Kiat menghafal surat-surat pendek.
20. Urgensi mempelajari bahasa Arab. Menjelaskan tentang pentingnya belajar bahasa Arab dan dilengkapi kisah-kisah yang menunjukkan bahwa bahasa Arab itu penting.
Demikianlah resensi dari buku ini. Semoga kita berkesempatan untuk membaca buku yang sangat bermanfaat ini dan mengambil hikmahnya. Pada akhirnya, kita bermohon agar Allah menjadikan kita sebagai salah satu "penjaga" Al Qur’an. (ER)

No comments:

Post a Comment


Friday, October 19, 2012


Home > Abu Idrees MuhammadDeath - HereafterInspirational Must Listen !!Salafi-Audio-mp3-lectures-IslamTopic > {Excellent} This Life, The Grave and the Hereafter!! – Abu Idrees Muhammad [Mp3|En]

{Excellent} This Life, The Grave and the Hereafter!! – Abu Idrees Muhammad [Mp3|En]

This Life, The Grave and the Hereafter!!
Abu Idrees Muhammad (hafidhahullaah)
[Mp3|English]

Uploaded by  on 13 Nov 2011
or watch @ http://www.safeshare.tv/w/vIhEYjrgzu
http://www.youtube.com/watch?v=IA5UHISxkeA Part 1/2 — Abu Khadeejah Donation Appeal,Benefits in Aiding the Dawah
Also there is a online form that can be filled on the following website :
http://www.salafipublications.com/sps/sp.cfm?loadpage=inc_makedonation.cfm
JazakhaAllaah Khair wa BaarakhaAllaahu Feek
You must be logged in to post a comment.

Thursday, October 18, 2012

Mengail Hikmah dari Kisah Pelacur
Ahad, 27 Mei 2012 
SETIAP manusia pasti akan terjatuh ke dalam dosa. Itu sebabnya Allah memerintahkan segenap hamba-Nya untuk bertaubat dan meminta ampun kepada-Nya dengan taubat yang jujur. Allah mengabarkan kegembiraan-Nya yang besar atas taubat para hamba-Nya dan dengan taubat itulah mereka akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.
Tak terkecuali Rasulullah SAW, juga mendapatkan perintah itu dan beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam menjalankan perintah ini. Beliau meminta ampun kepada Allah 100 kali dalam sehari, padahal semua dosa beliau—yang telah lalu dan yang akan datang—telah diampuni oleh Allah. Bagaimana dengan kita?
Alkisah, hiduplah seorang perempuan yang sangat cantik di zaman Bani Israil. Konon, dia memiliki sepertiga dari kecantikan wanita di dunia. Tetapi sayang, kecantikannya tidak membuat perempuan itu bersyukur. Dia malah menantang Allah dengan menjual diri.
Pada suatu hari, ketika dia sedang berada di dalam rumah, lewatlah seorang pemuda ahli ibadah di depan rumahnya. Ketika pemuda itu menoleh ke arah rumah tersebut, seketika itu juga terkesiaplah dia oleh kecantikan wanita di dalamnya.
Dalam hati, dia berjanji akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan wanita itu. Si pemuda itu lalu menanyakan tarif untuk bisa tidur dengannya. Saat mendengar sebuah angka saratus dinar, dia pun terbelalak. Tetapi, pemuda itu bertekad akan bekerja keras demi hawa nafsunya.
Singkat cerita, sang pemuda mulai meninggalkan tempat peribadatannya dan bekerja apa pun asal memperoleh uang. Siang malang tak dirasakannya. Berhari-hari, berminggu-minggu hingga hitungan bulan, sampai terkumpul uang lebih dari cukup.
Keesokan harinya, dia pun bergegas menuju rumah si perempuan itu. Sesampainya di dalam kamar, perempuan itu segera naik ke atas ranjang. “Apa yang kau lihat, lekaslah kemari!” Ajak wanita itu. Sang pemuda kaget mendengar ajakannya. Napasnya memburu. Dia mundur teratur ke arah pintu. Hatinya bergetar. Jiwanya berperang antara nafsu dan bisikan hatinya. “Biarkan aku pergi!” Kata lelaki ahli ibadah itu memohon.
“A…..ku takut kepada Allah.” Kata sang pemuda yang serta merta membuat wanita itu tertunduk. Selama menjalani profesinya, dia belum pernah mendapati tamu aneh seperti itu. Si wanita berpikir, kalau lelaki itu belum berbuat apa-apa sudah takut kepada Allah, kenapa dia yang telah berlumuran noda dan dosa tidak merasakan apa yang pemuda itu rasakan. “Sungguh, dosaku telah bertumpuk-tumpuk.” Katanya lirih. Dalam hati wanita itu berniat akan bertaubat dan menjalani kehidupan yang normal.
Sejak saat itu, wanita itu meninggalkan segalanya. Harta melimpah dan kenikmatan dunia ia tanggalkan semuanya demi mencari ridha dan ampunan dari-Nya. Sepenggal kisah luar biasa yang sarat makna dan sinar pencerahan.
Kisah di atas hendaknya menggugah nurani kita, bahwa tidak kata terlambat dalam bertaubat atau jangan sampai berputus asa oleh tumpukan dosa. Seseorang mungkin berkata, ”Aku ingin bertaubat, namun dosaku terlalu banyak.” Allah menjawab kalimat tersebut di dalam al-Quran: “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az-Zumar: 53].
Karena itu, dengan bercermin pada sikap pemuda dalam cerita tadi, senyatanya kita berfikir dua kali saat ingin berbuat dosa. Sementara, di sisi lain, masih banyak orang yang enggan bertaubat karena merasa sok suci. Padahal Allah telah mengingatkan orang semacam itu, “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa.”[QS.. An-Najm: 32].
Kiranya pernyataan Ibnu Mas’ud ra dapat dijadikan ilustrasi: “Orang beriman melihat dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah gunung dimana ia takut gunung itu akan menimpanya, namun orang yang sombong menganggap dosanya ibarat seekor lalat yang terbang melewati hidungnya kemudian ia mengusirnya. [HR. al-Bukhari].
Buku ini memuat kisah-kisah nyata tentang kehidupan anak manusia dalam menapaki hidup yang serba fana ini. Selain kisah tentang “Taubatnya Seorang Pelacur”, penulis juga mengangkat kisah para tokoh seperti “Kisah Ibnu Mas’ud yang Pemberani”, “Kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz”, “Kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib”, “Nusaibah bin Ka’ab; Prajurit Wanita yang Pemberani” dan sebagainya. Menyimak buku ini terasa menghirup udara segar yang membangunkan kesadaran kita agar selalu tampil lebih baik di hadapan Allah SWT.
Aneka cerita dalam buku ini enak dibaca dari mana saja, sebab kisah yang ditampilkan tidak punya alur satu sama lainnya. Isinya berhasil memotret perilaku dan ekspresi ragam manusia yang bergulat dengan segala problema kehidupan sehari-hari. Pembacaan penulis terhadap fenomena yang ada cukup tajam dan lugas dengan gaya bahasa naratif yang lancar, bernada ceria, dan jauh dari kesan menggurui.

Ahmad FatoniPengajar Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang
----------------------------------------------------------------------
Judul Buku    : Taubatnya Seorang Pelacur
Penulis    : Alang Alang Timur
Penerbit    : DIVA Press, Yogyakarta
Cetakan    : I, September 2011
Tebal        : 224 halaman
Peresensi    : Ahmad Fatoni*)

Red: Cholis Akbar
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR ANDA :
Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
CAPTCHA Image
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksiHidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.
Info Anda
Mau Beli Emas Antam Tanpa Khawatir?
Beli saja secara COD (cash on delivery). Bayar ketika paket diterima. Order hari ini, terima hari ini. Tanpa khawatir, tanpa repot.
outletdinar.com
   Berita Zona Pustaka Lainnya
Sebuah Kebersamaan Menuju Surga Allah
Nuruddin Zanki, Mujahid Penting Di Balik...
All-American: Mengenal Pria Amerika Musl...
Pertarungan Sekularisme dan Iman
Sebuah ‘Peta’ Dunia Kepenulisan
Mendidik Anak Berkarakter Sejak Usia Din...
Menapak Jejak Islam di Andalusia
Menguatkan Cinta dengan Bijak Menyikapi ...
Panduan Menjadi Penerjemah yang Amanah
Barat dan Islam: Dibutuhkan penghargaan...

Wanita

Wanita cantik, muda...
Semuanya itu hanya sementara...
Kecantikan akan pudar...yang dulu muda menjadi tua
Apalagi jika digeregotin penyakit...
Kemudian pasti mati...
Yang tertinggal adalah bekasnya...
Apakah ia meninggalkan bekas yang baik atau buruk...
Kalau baik, dicontoh orang dan bermanfaat subhanallah...semua itu akan mendapat balasan dari Allah di Surga sedangkan bekas yang buruk na'udzubillahi min dzalik...akan mendapat balasan dari Allah di Neraka..Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan yang diharamkanNya.
Semoga Allah mengampuni salah dan dosa-dosa kita selama ini.
Gak ada manusia yg sempurna, semua punya salah dan khilaf
Maka bertaubatlah...selagi masih ada waktu sebelum pemutus kenikmatan atau maut datang.
Jangan putus asa dari rahmat Allah...Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.
Tulisan ini terinspirasi setelah membaca berita kematian seorang aktris yang dikenal "berani" dalam film yg diperankannya. Dulu dia sangat cantik tapi karena penyakit kanker yg dideritanya ia kelihatan begitu tua. Akhirnya dia meninggal di usia 60 tahun. Menyedihkan...tapi bisa diambil ibrahnya..
Yuk hentikan akhwat...dari dunia hiburan yg haram ini...
Juga dunia modeling seperti yg digeluti Novi Amelia
Kita jadikan kisah zaman Rasulullah, istri2, putri2nya, sahabiyah sebagai role model kita...
Kita contoh amalan sholiha mereka..
Kita jadikan diri kita contoh baik bagi putri2 kita...dan generasi ummat Rasulullah saw berikutnya...
Amiin.

*Saya sendiri dhoif, byk salah dan dosa...semoga Allah mengampuni saya dan membimbing saya dalam memperbaiki diri, amiin.*

Wednesday, October 17, 2012

Polygamy


A'udzubillahi minas syaitonirrojim...
Bismillahir rahmannir rahiim...
Mungkin saya ini aneh...
karena sering berpikir...
bagaimana cara mencintai saudari saya sebagaimana saya mencintai diri sendiri.
Saya ingat hari-hari sebelum meninggalkan Saudi...
Beberapa orang menginginkan barang-barang saya....yang akhirnya saya berikan barang-barang tersebut.
Kecuali jika suami saya menginginkan dijual maka saya menjualnya, tentu dgn harga relatif murah.
Sedangkan barang yang milik saya, suami menyerahkan keputusan pada saya...
Bahkan  jilbab dan abaya yang saya sukai dan sedang saya pakai pun ada yang mau membeli, yaitu wanita Libanon yang bersuamikan pria Saudi...
Padahal pakaian itu baru...lalu saya ingat sebuah hadits:

Dari Anas RA dari Nabi SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Akhirnya saya berikan saja apa yang ia inginkan beserta barang-barang lainnya sebagai hadiah, termasuk tas bagus saya dan lainnya.
Belakangan ini saya sering merasa trenyuh melihat teman-teman yang masih single dan mengharapkan pendamping. Yang saya miliki adalah suami...uang saya gak selain uang belanja apalagi harta benda. Hmm sebenarnya suami juga bukan milik saya, suami pun milik Allah...saya hanya dipinjamkanNya. Alhamdulillah...

Mungkin aneh pikiran ini...tapi nyata
Saya berpikir untuk berbagi suami sehingga bisa membahagiakan saudari-saudari seiman saya...Sekaligus membahagiakan suami saya...hanya saja saya belum berhasil dalam mendidik anak-anak kami. Semoga kakak menjadi anak yang lebih baik, sadar bahwa ajaran agama memang utama..ridho Islam sebagai agamanya, meliputi segala gerak dan nafasnya berdasarkan Qur'an dan As sunnah, senantiasa mendekatkan diri pada Allah karena memang Allah lah satu-satunya penolongnya dimana pun ia berada...istiqomah...Semoga adek mendapat hidayah Allah untuk menjadi penuntut ilmu agama dan dunia hingga menjadi orang yang bertakwa, bermanfaat bagi keluarganya dan ummat kelak...jika Allah meridhoi saya akan menyekolahkannya di pesantren.
Setelah semuanya bisa saya lalui, apalagi...saya tidak mau menjadi orang yang serakah. Hidup juga hanya sementara, selagi masih bisa beramal shalih...insyaAllah saya ingin beramal shalih sebagai bekal yang akan saya bawa jika mati. Tempaan ujian demi ujian...juga kehidupan dalam pengasingan ini mungkin menjadikan saya orang yang asing...Bismillah Ingin saya berbagi kebahagiaan dengan muslimah lainnya...suatu saat saya dan suami juga anak2 akan kembali ke tanah air...anak-anak akan melanjutkan kehidupannya bersama pasangan mereka kelak insyaAllah...saya ingin menghabiskan sisa waktu bersama suami tercinta insyaAllah tapi ingin saya memberi hadiah terindah pada suami dan hadiah terindah bagi saudari-saudari sesama muslimah saya atau mungkin juga bagi muslimah baru yg dpt hidayah melalui perkawinan...hadiah untuk saya? InsyaAllah hadiah dari Allah Azza wa Jalla untuk saya jauh lebih indah....


Why can't I get educated?!

Polygyny - A Muslim Woman's Perspective

My life as an Oppressed Muslim Woman

Seorang Doktor Perempuan asing (non arab) yang berhijab menjawab dengan mudah dan cerdas ketika ditanya tentang jilbab

Sesungguhnya manusia pada masa zaman purba telajang, dengan bekembangnya pemikiran melewati berbagai zaman , maka manusia mulai memakai pakaian,hingga seperti yang saya pakai sekarang, dan apa yg sy pakai adalah puncak pemikiran, dan tingkatan tertinggi yg telah dicapai manusia s

etelah melalui berbagai masa, dan bukanlah bentuk keterbelakangan. Adapun "buka-bukaan" adalah bentuk keterbelakangan dan kemunduran pemikiran manusia ke zaman purba. Kalau seandainya "buka-bukaan" adalah bentuk kemajuan, maka yang paling maju adalah binatang!


sumber:

http://www.facebook.com/pages/Status-Nasehat/189052644523185

http://www.facebook.com/pages/TENTANG-ISLAM-MANHAJ-SALAF-2/100739303366468

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=325393084225958&set=a.270683429696924.56021.270674023031198&type=1&relevant_count=1

Sunday, July 15, 2012

Tatacara Pengurusan Jenazah.wmv

Hallo Sahabat semua,…
Semoga kehangatan selalu menyertai kebersamaan kita.
Beberapa hari yang lalu, pagi-pagi saya mendapatkan sms dari salah seorang penjahit saya. “Maaf Mi,… saya tidak bisa datang hari ini, Mamah sudah susah, seluruh keluarga sudah kumpul.”
Saya hanya sanggup mengiyakan, sembari berkirim doa.
Jam 10-an pagi, sampai lagi sms, “Mi, mamah baru saja meninggal.” Innalillahi wa innailaihi raajiuun. Maka saya pun berkemas, menuntaskan pekerjaan. Namun ternyata saya masih ada jadwal ngeles anak-anak jam dua siang. Waduh,… sepertinya ba’da Ashar saya baru bisa ta’ziah.
Dan tenyata memang jam empat sore saya baru bisa sampai ke rumah duka. Saya lihat, jenazah masih terbujur di ruang tengah, tertutup kain batik. Tidak begitu jelas, sudah terkafani atau belum.
“Kapan berangkat ke makam, Bu?” bisik saya pada salah seorang anaknya.
“Ini belum dimandikan, Mi… tukang memandikannya masih di Padalarang.” Jawabnya prihatin.
Gubraks deh …
Meninggal dari jam sepuluh pagi, jam empat sore belum di sucikan? Duuh… kasihan banget. Maka tanpa banyak kata, saya ajak anak-anak almarhumah utuk memandikan jenazah ibunya. Kain kafan saya potong srat sret, digelar di ruang tengah dan bersama kami tuntaskan kewajiban mensucikan jenazah tersebut. Walau terus terang, gemes banget saya pada keluarganya, karena mereka kebanyakan hanya jadi penonton, tidak paham sama sekali apa yang harus mereka lakukan.
Sahabat,
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak sahabat yang khususnya beragama Islam untuk lebih menyadari akan pentingnya mengerti ilmu yang satu ini. Bagi sahabat non muslim, saya berharap bisa memperkaya khazanah pengetahuan kita.
Bahwa penyelenggarakan jenazah adalah kewajiban kifayah, jika sudah dilakukan oleh sebagian orang, maka kewajiban tersebut otomatis gugur atas diri kita. Namun, mengetahui ilmunya, itu adalah fardhu ‘ain. Kewajiban asasi tiap muslim. Jangan sampai kita tidak mengetahuinya.
Secara garis besar, hal berikut harus kita pahami ketika orang-orang terdekat kita meninggal :
  1. Ketika sakaratul maut, talkinkan kalimat tauhid di telinganya. Talkin, sifatnya doktrin, maka harus dengan kata yang tegas.
  2. Setelah meninggal, tutup mata dan mulutnya.
  3. Lepas semua baju, seyampang masih bisa.
  4. Jika mayat memakai gigi palsu, sebisa mungkin dilepaskan.
  5. Taruh jenazah di tempat yang representative, jangan di ruangan yang gelap yang terkesan ‘keueung’.
  6. Hubungi keluarga yang lain, siapkan peralatan penyelenggaraan jenazah.
Setelah alat-alat siap, segera persiapkan kafan, potong-potong sesuai kebutuhan. Jika mayat laki-laki, cukup dengan lembar kafan, maka untuk mayat perempuan di lembar ketiganya berupa baju lengkap dari kain kafan.

PERSIAPAN MEMANDIKAN
  1. Pastikan tempat tertutup, air yang cukup.
  2. Posisikan jenazah kepala di sebelah utara, kaki disebelah selatan.
  3. Ambil satu gayung air, baca basmalah, siramkan dari ujung kepala ke ujung kaki.
  4. Wudhu’kan jenazah.
  5. Segera bersihkan dengan sabun dan sampo, perhatikan bagian mata, telinga dan giginya. Dengan cotton bud pastikan semuanya bersih.
  6. Tekan-tekan perut (kecuali mayat yang sedang hamil, jangan sekali-kali ditekan atau digoyang!!!!), bersihkan dubur dan qubul, pastikan bahwa sempurna kebersihannya kemudian tutup dengan kapas. Jangan lupa sela-sela jari kaki dan tangan dibersihkan pula.
  7. Setelah yakin bersih, sucikan kembali dengan wudhu’.
  8. Siram dengan air kamper. Keringkan dan siap dikafani.
MENGKAFANI JENAZAH
  • Posisikan jenazah di tengah-tengah kafan. Hal ini penting karena pada waktu memakaikan pakaian, jenazah tidak bisa disuruh-suruh geser sendiri, sementara kalau kita harus menggeser-geser lagi, lumayan berat. Jika posisi pas, kita tinggal memakaikan bajunya dan membungkus dan menalinya.
  • Lapisi lipatan-lipatan anggota badan dengan kapas yang sudah dipersiapkan.


  • Ambil lapis demi lapis, jangan bersamaan. Jangan lupa, tiap lapis kita percikan minyak wangi dan kamper yang sudah dihaluskan.
  • Sisakan bagian wajah, karena biasanya ini akan ditutup ketika sudah akan diberangkatkan ke makam. Dengan demikian sanak saudara yang datang masih bisa melihat wajah almarhum.



  • Selama proses memandikan dan mengkafani jenazah, jaga aurat inti dari jenazah, jangan sampai terbuka. Tutupi dengan kain.
  • Jaga lisan kita selama dan sesudah proses penyelenggaraan jenazah, tidak boleh membuka aib almarhum.
Segera setelah kita memandikan dan mengkafani, siapkan diri kita untuk bisa menyolatkan. Lebih utama bagi kaum laki-laki jika menuntaskan kewajibannya dengan mengantarkannya ke kubur.
Begitulah Sahabat Baltyra…
Hal yang sehari-hari terlihat sepele, namun ketika sudah terjadi pada keluarga dekat kita, jangan biarkan orang-orang yang kita sayangi menunggu terlalu lama untuk disucikan.
Gambar-gambar yang tersaji saya ambil dengan kamera HP, (jadi maklum ya… kalau tidak jernih..) ketika beberapa hari yang lalu saya memberikan pelatihan janaiz pada masyarakat di daerah sekitar saya. Kebetulan ada yang bersedia menjadi model mayatnya, … lumayan bisa semakin paham. Meski setelah selesai, … buru-buru modelnya bangkit, sembari bolak-balik bergidik. Merinding, katanya. :D :D :D

Semoga bermanfaat.