Wednesday, January 8, 2014

Saya adalah orang awam. Sering saya mendengar orang Islam membenci ajaran wahabi. Katanya aliran wahabi ini diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, seorang alim dari Saudi yang jahat, suka mengkafirkan muslimin lain, memprovokasi gerakan militan...astaghfirullah...siapakah dia? Yuk baca tulisan dari sudut pandang ulama ahlus sunnah wal jama'ah. Semoga kita tergolong orang-orang yang diberi taufik dan hidayah Allah...aamiin...

Fatwa Ulama: Wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab


Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa  Kerajaan Saudi Arabia
Soal:
“Siapakah wahabi?”
Jawab:
Wahabi adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh  Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau.
Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil Al Kitab dan As Sunnah yang shohih pada setiap apa yang beliau sampaikan. Sehingga mereka semakin berpegang teguh dengan dakwahnya, mengikutinya dan mengajak manusia kepada dakwah beliau. Wa lillahil hamd (Segala pujian hanyalah milik Allah).
Wabillahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, juga kepada pengikut dan para sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini: Anggota : Syaikh Abdullah bin Ghodyan Wakil Ketua : Syaikh Abdur Rozaq ‘Afifi Ketua : Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz
[Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Iftah (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 9450, pertanyaan kedua]

Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

No comments:

Post a Comment