Friday, July 13, 2012

Mengenang Abiir...



Dua tahun yang lalu aku dan suami kembali menunaikan ibadah haji. Waktu itu suami ba'dal kan almarhum kakeknya. Sedangkan aku mengulang kembali ibadah haji delapan tahun yang lalu dari tanah air dimana aku merasa banyak kekurangan dan kesalahan. Alhamdulillah Allah memberi kesempatan tinggal di Saudi Arabia. Kami berjabung dengan hamlah lokal tapi aku tidak sendiri yang orang luar. Orang-orang yang berasal dari luar Saudi dimasukkan dalam satu group dan tenda yang sama. Disana aku mengenal Abiir. Wanita muda berusia 25th berasal dari Aljeria dan masih pengantin baru. Suaminya juga orang Aljeria. We are in the same boat...suaminya juga engineer yang sedang bekerja di Saudi Arabia.

Abiir yang cantik juga harum sesuai namanya. Dia hapal seluruh surat dalam Al Qur'an masyaAllah. Ketika usia 14 tahun dia ingin seperti tantenya yang seorang daiyyah. Dia senang mendengar nasihat tantenya, berbicara, berdiskusi dengannya. Kemudian setelah lulus "high school" ia melanjutkan kuliah di jurusan science of Islam. Semenjak kuliah hingga lulus dia pun selesai menghapalkan Al Qur'an.

MasyaAllah...aku dan teman-teman biasanya menunjuk dia sebagai imam shalat wajib berjamaah karena dia yang paling banyak dan benar hapalannya, pilihan kedua barulah Ola. Abiir juga mau membimbingku membaca Qur'an dengan tajwid yang benar disela-sela kegiatannya murojaah Qur'an dengan ustadzah di sana.Aku termotivasi oleh Abiir...aku berusaha menghapal Al Qur'an..namun baru juz 30 saja yang telah kuhapalkan. Alhamdulillah...semoga menjadi awal yang baik dan tercapai cita-citaku menghapal seluruh surat dalam Al Qur'an, amiin. Alhamdulillah aku menerapkan pada anakku, Muhammad. Walaupun tajwidnya masih banyak salah tapi Alhamdulillah...surat demi surat kuajarkan ia, semoga Allah memudahkan Muhammad dalam menghapalkannya...amiin.

Untuk kakak tercinta, ibu berdoa semoga apa yg ibu lakukan bisa menjadi contoh buatmu...
Maafkan ibu yang bukanlah seperti tante x yang pintar berbicara dalam seminar, workshop dan semacamnya. Semoga kelak engkaulah yang menjadi wanita bermanfaat bagi ummat, seorang psikolog yang Islami (sesuai cita2mu menjadi psikolog), yang bicaramu berdasarkan Al Qur'an dan As sunnah...amiin.

Abiir, pengalaman seminggu bersamamu begitu indah. Kita shalat berjamaah, mentadaburi Al qur'an bersama, berbagi cerita dan pengalaman, makan bersama, menolong jiddah, seorang nenek arab yang juga menjadi contoh teladan bagiku..bagi kita, masyaAllah...kami mengelap piring bersama,, membantu petugas catering...berdoa bersama di padang arafah dan kumintakan Abiir mendoakan anak-anakku..."Semoga Allah meletakkan Al Qur'an dalam qalbu anak-anakmu," doamu....Amiin..amiiin...amiin...taqabbal du'a ya Rabbana....


No comments:

Post a Comment